Quantcast ALL ABOUT FREE INFORMATION
Share
NASRUDIN HOJA MENGEJAR SUARA

Cerita Lucu dari Nasrudin Hoja yang bisa di jadikan renungan, berikut kisahnya.....

Nasrudin diminta mengumandangkan Adzan di masjid pada suatu siang. Maka, naiklah dia ke menara masjid. Saat itu, biasanya para muadzin mengumandangkan adzan dari atas menara masjid
Ketika baru saja Nasrudin berteriak “ Allohuakbar , Allohuakbar “dia terburu-buru turun dari menara dan  lari kesana kemari. Tentu saja orang-orang yang sudah siap melaksanakan sholat jadi semakin terbengong-bengong, salah seorang dari mereka bertanya, “ hai Mullah, mengapa engkau berlari – lari sebelum engkau menyelesaikan adzanmu ?“


“ Aku mau tahu apakah suaraku terdengan ke seluruh penjuru ,“ jawab Nasrudin..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lagi-lagi Nasrudin bikin “CAMBUK” buat kita,” TOLOL “ ya bener kisah Nasrudin itu emang tolol, kalo bahasa kita ma “ Oneng “ hehehe, tapi tunggu dulu SOB, Keonengan nya jangan langsung di telen kaya ketupat yang udah kita bikin kemarin, alangkah baiknya kalo “ ketupat” itu kita kupas, trus kita potong kecil-kecil,di kasi sayur trus baru di makan. Paham kan maksudnya SOB, ya maksudnya mari kita uraikan makna cerita “ ONENG “ tersebut…

Kalo menurut saya....
Adzan, adalah panggilan suci bagi kaum muslim untuk melaksanakan SHOLAT , nah disini Nasrudin merasa dirinya adalah " Corong " Alloh SWT, dia merasa dirinya adalah "mulut" Alloh SWT, yang menyampaikan perintah Alloh SWT,tapi belum lengkap Nasrudin menyampaikan perintah tersebut, Nasrudin sudah sibuk mencari tau siapa saja yang mendengar dan memperhatikan dirinya dengan harapan dapat pujian.Seorang Muadzin ( tukang Adzan maksudnya ) hanya bertugas untuk menyampikan saja, mengenai hasilnya biarkan Alloh Azza Wa Jalla yang menentukan....

turun dari tangga kalo menurut saya bisa di katakan wujud ketidak ikhlasan, dan wujud keinginan mendapat ucapan "WAH" dari orang lain karena dia sudah menyampaikan perintah Alloh SWT, yang menurutnya sudah sekelas dengan orang - orang pilihan Alloh SWT,

Sebagai "CORONG" Alloh SWT, mungkinkah Nasrudin Hoja menyindir para Mubaligh? agar cepat mendapatkan "obyek" seruan, yakni orang yang akan sholat. Dia ingin manusia yang di seru menjadi baik dan insyaf, ini menggambarkan seolah-olah kita ingin memberikan " hidayah " berupa insyaf, padahal...... Hidayah itu hanya milik Alloh Azza wa Jalla.....

kesimpulannya ,

  1. simpel banget, cerita Nasrudin tadi jelas menegur kita , apabila kita melakukan kebaikan ga perlu semua arang mesti tau, biarlah orang yang ngeliat aja, ga perlu kasi pengumuman yang kedenger sampe pelosok kampung..
  2. trus kalo kita mengajak kebaikan, jangan pernah berpikiran kitalah yang membuat mereka sadar, kita hanya menyampaikan saja, mengenai hasilnya silahkan serahkan sama Alloh SWT
  3. ........................................
nah yang ke tiga dan ke empat artikan sendiri ya, saya yakin masih ada misteri yang belum terkupas dari cerita Nasrudin tersebut, silahkan pecahkan misteri tersebut

Selamat termenung sobat....
kalo dah selesai termenungnya komen ya....
mudah-mudahan bermanfaat ......

4 comments:

Dhana/戴安娜 said...

salam sahabat
baru tahu dengan jelas nasrudin seperti apa heheh good posting mas

BeDa said...

Subhaanallah, ternyata banyak hikmah yang bsia diambil dari satu cerita

Salam ukhuwah

Ibnu(dunia-klue) said...

NICE POST SOB,LANJUTKAN ^_^

SMP (Sekolah Menengah Pertama) said...

hmmm saya setuju dengan point² kesimpulan yg diambil sudah seharsunya demikian adanya dalam hidup bukan sebaliknya
Sukses slalu!

Post a Comment

Tinggalkan komentar ya...
Komentar sobat akan merubah saya menjadi lebih baik..

 
◄Design by Pocket Distributed by Deluxe Templates